BANGKA — Sebuah video berdurasi 51 detik yang diunggah warga Desa Kace Timur, Kecamatan Mendobarat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Sabtu (31/5/2025), memicu keprihatinan publik.
Dalam tayangan tersebut, warga mengeluhkan debu tebal yang mencemari permukiman akibat aktivitas galian C yang diduga dilakukan tanpa izin.
Debu yang mengepul setiap hari disebut telah mengganggu kenyamanan hingga menimbulkan risiko kesehatan bagi warga sekitar, terutama anak-anak dan lansia. Kondisi ini dikhawatirkan berujung pada konflik sosial jika tidak segera ditangani.
Desakan Warga: Segera Tindak Galian C Ilegal
Warga meminta aparat penegak hukum, pemerintah desa, hingga Penjabat (Pj) Bupati Bangka untuk turun tangan langsung ke lokasi. Mereka mendesak agar aktivitas galian ilegal dihentikan demi keselamatan dan ketertiban lingkungan.
“Kami minta perhatian serius dari pihak terkait. Jangan sampai kondisi ini memicu gejolak sosial yang merugikan semua pihak. Kami hanya ingin hidup tenang tanpa dihantui debu dan dampak negatif lainnya,” ujar salah satu warga dalam video tersebut.
Diduga Langgar Undang-Undang Lingkungan
Aktivitas galian tanpa izin tidak hanya dianggap melanggar aturan administrasi, namun juga berpotensi melanggar Undang- Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jika terbukti melanggar, pelaku bisa dikenakan sanksi pidana maupun denda.
Warga turut angkat suara dan meminta agar dinas terkait serta Satpol PP segera melakukan inspeksi ke lokasi dan memberikan tindakan hukum yang tegas.
“Ini bukan hanya soal izin, tapi menyangkut hak warga atas lingkungan yang sehat dan bersih. Jika dibiarkan, maka akan mencoreng upaya pemerintah dalam menjaga tata kelola lingkungan hidup,” ungkapnya.
Pemerintah Daerah Diminta Bertindak Cepat
Situasi ini menjadi sorotan luas di media sosial dan grup warga. Banyak yang berharap kejadian di Kace Timur menjadi momentum bagi pemerintah untuk menertibkan seluruh aktivitas tambang ilegal yang merugikan masyarakat.
“Jangan tunggu kerusakan makin parah atau warga bertindak sendiri. Ini saatnya pemerintah menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat,” ujar tokoh masyarakat setempat.





