Pena Babel

Heboh! 3 Provinsi Tanpa Klub di Kompetisi Resmi, Sepakbola Bangka Belitung Jadi Sorotan

45
×

Heboh! 3 Provinsi Tanpa Klub di Kompetisi Resmi, Sepakbola Bangka Belitung Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

BANGKA BELITUNG, TINTAPENA.ID — Dunia sepakbola Indonesia kembali soroti tiga provinsi yang hingga musim kompetisi 2025/2026 belum memiliki wakil klub di kompetisi resmi mulai dari Super League hingga Liga 4. Tiga provinsi tersebut yakni Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, dan Kalimantan Utara.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian pecinta sepakbola nasional. Ditengah berkembangnya sepakbola di berbagai daerah, tiga Provinsi tersebut justru belum mampu mengirimkan klub untuk bersaing dilevel Nasional.

Padahal, potensi pemain muda dan talenta lokal dinilai sangat banyak serta memiliki kemampuan bersaing. Khususnya Bangka Belitung, banyak masyarakat dan pecinta sepakbola daerah merasa prihatin.

Minimnya dukungan terhadap pembinaan sepakbola dinilai menjadi salah satu penyebab sulit berkembangnya klub-klub lokal. Mulai dari kurangnya perhatian terhadap kompetisi usia muda, fasilitas latihan, hingga dukungan anggaran masih menjadi persoalan yang terus disorot.

Beberapa pemerhati olahraga menilai pemerintah daerah harus lebih serius membangun ekosistem sepakbola. Sebab, sepakbola bukan hanya olahraga hiburan, tetapi juga dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda dan membawa nama Propinsi di tingkat Nasional.

“Anak muda Babel punya bakat besar, tetapi tanpa dukungan yang serius akan sulit berkembang. Harusnya ada perhatian nyata agar sepakbola Bangka Belitung bisa bangkit dan ikut bersaing,” ungkap salah satu pecinta sepakbola lokal. Sabtu,  (16/5/2026).

Harapan besar kini tertuju kepada pemerintah daerah yaitu Gubenur Propinsi Bangka Belitung Hidayat Arsani, asosiasi sepakbola, dan pihak swasta, beserta Perusahaan PT timah TBK, agar bersama-sama mendukung kebangkitan sepakbola di Bangka Belitung. Dengan pembinaan yang tepat, bukan tidak mungkin Babel mampu melahirkan klub kompetitif dan pemain berbakat untuk masa depan sepakbola Indonesia.