Pena Babel

Tak Ada Perwakilan di Liga 4, Potret Gagal Asprov PSSI Babel

110
×

Tak Ada Perwakilan di Liga 4, Potret Gagal Asprov PSSI Babel

Sebarkan artikel ini

BANGKA BELITUNG, TINTAPENA.ID Pengundian grup Liga 4 Piala Presiden baru saja digelar, tampak sejumlah tim yang berhasil meraih hasil positif di tingkat provinsi akan mewakili provinsi masing-masing di tingkat nasional sesuai kuota yang ditetapkan PSSI.

Setidaknya ada dua hal yang menjadi perhatian dalam pengundian Liga 4 Nasional kali ini, pertama pembagian kuota yang dinilai tidak adil bagi sebagian provinsi, serta ada 3 provinsi yang tidak mendapatkan kuota dikarenakan tidak digelarnya kompetisi Liga 4 Provinsi.Adapun ketiga provinsi tersebut yakni, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, dan Kalimantan Utara.

Penulis yang juga penggiat sepakbola Babel menyayangkan tidak adanya perwakilan Babel pada kontestasi Liga 4 tahun 2026 ini.

Pasalnya, tidak ikut sertanya Babel disebabkan oleh Asosiasi Provinsi yang tidak menggelar Liga 4 di Provinsi.Terakhir kalinya Babel ikut Liga 4 Nasional pada tahun 2025 lalu dimana PS Unmuh Babel yang saat itu mewakili Babel ditingkat nasional.

Sebenarnya, kekhawatiran tidak ikut sertanya Babel di Liga 4 Nasional tahun ini sudah diperkirakan penulis dari tahun lalu.

Penyelanggaraan Liga 4 Provinsi Babel 2025 bisa dibilang jauh dari maksimal.Saat itu, pertandingan digelar di bulan Ramadan, hanya diikuti oleh tiga tim, waktu pertandingan yang dikurangi, belum lagi tidak adanya anak anak yang membawa bendera fair play dan menjadi anak gawang.

Tak hanya itu,pelaksanaan pertandingan di tingkat provinsi yang mepet dengan tingkat nasional praktis membuat persiapan tim yang mewakili Babel saat itu tidak maksimal, apalagi harus bermain di Yogyakarta.

Kejadian tahun lalu seakan tak menjadi bahan evaluasi oleh Asprov PSSI Babel.Akhirnya, kompetisi Liga 4 Babel tak digelar tanpa keterangan dan membuat tak ada perwakilan Babel di tingkat nasional.

Penulis juga menyayangkan kondisi ini mengingat untuk di sepakbola sendiri Babel tak memiliki klub di Liga 4, Liga 3, Liga 2, apalagi Liga 1. Padahal, jika dibandingkan dengan provinsi lain, atlet sepakbola Babel sebenarnya bisa bersaing apalagi memiliki Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bisa mendukung.

Banyaknya kejuaraan antar kampung atau kerap disebut Tarkam dan kompetisi sepakbola kelompok usia seakan tak mempengaruhi jalannya kompetisi resmi PSSI seperti Liga 4.

Berbicara tarkam, hampir seluruh kabupaten yang ada di Babel seakan tak pernah usai, banyak tim tim yang didanai oleh pengusaha bahkan rela merogoh uang pribadi untuk merekrut pemain hebat pada kompetisi tersebut.Namun, nyatanya antusiasme pesepakbola dan penggiat olahraga di Babel ini tak menjadi motivasi bagi asosiasi untuk menjalankan kompetisi resmi.

Penulis berharap, tidak ikut sertanya Babel di Liga 4 Nasional dan tidak diselenggarakannya Liga 4 di Babel tahun ini menjadi ironi yang terakhir kalinya.

Sepakbola tak hanya sekedar hobi, melainkan cita cita bagi generasi muda Babel.Setidaknya dengan diselenggarakannya Liga 4, kita bisa memfasilitasi dan menjembatani para pesepakbola potensial babel untuk bermain di kompetisi resmi berskala Nasional.