Pena Babel

Kondusifitas dan Sinergi, Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Bangka Selatan 2024-2029

382
×

Kondusifitas dan Sinergi, Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Bangka Selatan 2024-2029

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG –  Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bangka Selatan menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik dan Focus Group Discusiion dalam Rangka Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pembangunan Kelapa Sawit Berkelanjutan 2024-2029.

Pelaksanaan acara tersebut berlangsung selama 2 hari dari tanggal 3 – 4 Oktober 2024 bertempat di Hotel Grand Safran Pangkalpinang.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Pj. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Dalam sambutannya menekankan akan pentingnya kondusifitas dan sinergi antara pihak perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dengan masyarakat setempat.

“Tujuan akhirnya adalah memberikan kesejahteraan kepada masyarakat secara ekonomi, membangun hubungan sosial yang berkualitas dan tentunya tetap menjaga prinsip keberlanjutan lingkungan,” ungkap Elfin, Jumat, 4 Oktober 2024.

Elfin Elyas mengingatkan bahwa Rencana Aksi Daerah Pembangunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Kabupaten Bangka Selatan tahun 2024-2029, tidak hanya menindaklanjuti amanat Instruksi Presiden nomor 6 tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Pembangunan Sawit Berkelanjutan. Namun lebih itu harus dijadikan pedoman atau acuan bagi seluruh stakeholders pembangunan di sektor perkebunan kelapa sawit baik pemerintah, pengusaha yang bergerak di bidang kelapa sawit serta masyarakat petani.

“Disini perlu komitmen dan motivasi bersama. Dengan komitmen terhadap transparansi dan tanggung jawab, pembangunan kelapa sawit berkelanjutan dapat menjadi contoh nyata bagaimana industri dapat beradaptasi dan berkontribusi pada kesejahteraan planet kita khususnya di Kabupaten Bangka Selatan, melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, kita dapat memastikan bahwa masa depan kelapa sawit adalah berkelanjutan dan bermanfaat bagi semua.,” harapnya.

Elfin Elyas juga menegaskan bahwa pembangunan kelapa sawit berkelanjutan menjadi kunci untuk memenuhi kebutuhan energi dan bahan pangan dunia tanpa merusak lingkungan. Di tengah meningkatnya permintaan terhadap minyak kelapa sawit, pendekatan berkelanjutan menawarkan solusi yang ramah lingkungan dan sosial.

“Praktik ini mencakup pemilihan lahan yang tepat, pengelolaan hutan yang bijaksana, dan penerapan metode pertanian yang meminimalkan dampak ekologis,” tegasnya.

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Bangka Selatan Herman mengatakan bahwa salah satu narasumber dalam kegiatan Forum Konsultasi Publik ini juga dalam materinya menekankan akan pentingnya percepatan serifikasi bagi seluruh entitas yang bergerak di sektor pembudidayaan dan produksi kelapa sawit baik pihak pengusaha maupun masyarakat melalui sertifikasi seperti RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) ataupun (ISPO (Indonesian on Sustainable Palm Oil).

Lanjut Herman, hal ini penting untuk dilakukan biar petani dan perusahaan dapat memastikan bahwa produk mereka memenuhi standar lingkungan dan sosial yang ketat.

“Inisiatif ini tidak hanya melindungi keanekaragaman hayati dan mengurangi emisi karbon, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dengan menciptakan lapangan kerja dan memperbaiki kondisi hidup. Dua sertifikasi yang bertujuan untuk mendorong praktik kelapa sawit yang berkelanjutan,” kata Herman.

Herman menjelaskan enam tujuan disusunnya Rencana Aksi Pembangunan Kelapa Sawit Berkelanjutan diantaranya:

1. Meminimalkan dampak lingkungan dengan mengurangi deforestasi, kerusakan habitat, dan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari praktik perkebunan kelapa sawit.

2. Meningkatkan Kesejahteraan Sosial untuk menjamin kondisi hidup dan kesejahteraan petani kecil serta masyarakat sekitar melalui pengembangan ekonomi yang inklusif.

3. Memastikan keterlibatan pemangku kepentingan dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk petani, perusahaan, pemerintah, dan masyarakat sipil, dalam perencanaan dan implementasi.

4. Mendukung Praktik Pertanian yang bertanggung jawab: Mendorong penerapan praktik pertanian yang berkelanjutan, seperti penggunaan pupuk dan pestisida yang ramah lingkungan, serta pengelolaan sumber daya air yang baik;

5. Meningkatkan daya saing produk dengan meningkatkan daya saing produk kelapa sawit di pasar regional maupun internasional dengan memenuhi standar keberlanjutan yang diakui secara global.

6. Mendorong transparansi dan akuntabilitas dengan menciptakan sistem yang transparan dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit, serta memastikan akuntabilitas dari semua pihak yang terlibat serta menjamin pelestarian keanekaragaman hayati dengan melindungi dan memulihkan keanekaragaman hayati di daerah yang terkena dampak oleh industri kelapa sawit.

“Dengan adanya Rencana Aksi ini, pengembangan industri kelapa sawit dapat dilakukan secara berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang seimbang, banyak masukan konstruktif dari peserta yang tentunya berguna untuk memperbaiki atau memantapkan rumusan Rencana Aksi ini agar lebih berkualitas,”

Ia mengharapkan dengan FGD ini dapat memenuhi partisipasi keterlibatan dan komitmen mulai dalam proses perencanaan sehingga seluruh stakeholder terkait merasa lebih memiliki dan bertanggung jawab terhadap implementasi rencana.

“Ini dapat meningkatkan komitmen dan dukungan terhadap inisiatif yang diambil sehingga peningkatan kualitas keputusan dan transfaransi serta akuntabilitas dapat diwujudkan,” harap dia.

Kegiatan acara dihadiri oleh seluruh stakeholder pembangunan baik dari unsur pemerintah seperti perangkat daerah terkait, Dinas Pertanian dan Pangan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pihak Universitas Bangka Belitung, Camat, Kepala Desa, pengusaha/asosiasi, Akademisi dan masyarakat.