Pena Babel

Mutiara Hitam Terus Berjaya, Siapa yang Mengatur Kompensasi KIP di Laut Toboali

554
×

Mutiara Hitam Terus Berjaya, Siapa yang Mengatur Kompensasi KIP di Laut Toboali

Sebarkan artikel ini

BANGKA SELATAN –  Kejayaan mutiara hitam di balik pestanya di wilayah perairan laut Toboali, Bangka Selatan.

Sejak pada tahun 2019 lalu hingga saat ini ada beberapa KIP (Kapal isap poduksi) yang beroperasi di wilayah perairan laut Toboali, kabupaten Bangka Selatan, kepulauan Bangka Belitung, yang mana wilayah tersebut berada di IUP PT Timah Tbk

Kapal Isap Produksi (KIP) merupakan salah satu unit peralatan tambang yang pengambilan bahan galiannya menggunakan cutter dan pipa hisap yang akan menghisap lapisan timah dari dasar lautan yang diteruskan ke instalasi pencucian yang berada di atas kapal.

Menurut keterangan warga atau masyarakat Sekitar, Terkait Kompensasi Sejak tahun 2019 beroperasi nya KIP di IUP PT Timah Tbk di wilayah perairan laut Sukadamai dan sekitarnya, Masih terkesan Misteri

Berdasarkan informasi dari masyarakat, Terkait Kompensasi hasil produksi dari KIP tersebut yang berada di wilayah laut Toboali dulunya Sempat di kelola oleh FKB (Forum Kite Behao) dan sempat di publikasikan lewat beberapa media online. Sekarang Konon Pengelolaan kompensasi KIP di wilayah tersebut saat ini di alihkan ke Tim bagger / tim Baher. Rabu, (13/03/2024)

Apa sih yang dimaksudkan oleh warga/masyarakat dengan keberadaan Tim bager/Tim Baher tersebut ?

Jika benar apa yang dicetuskan oleh sejumlah masyarakat setempat, Bahwa tim bager tersebut adalah bagian dari pengelolaan kompetensi, untuk itu mereka para Tim Bager/Tim baher wajib transparan terkait pengelolaan kompensasi yang di maksudkan.

Perlu diketahui, Kejaksaan Agung Republik Indonesia lagi sedang gencar-gencar nya memberantas korupsi Tata niaga komoditas Timah dan bahkan telah menetapkan beberapa tersangka di provinsi kepulauan Bangka Belitung.

Pada tanggal 13 Maret 2024 awak media sempat menghubungi Anggi Siahaan Selaku Humas PT Timah Tbk, terkait kompensasi namun, Anggi selaku Humas masih terkesan enggan memberikan jawaban.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media terus berupaya konfirmasi kepada pihak-pihak yang terkait guna pengembangan dan penyeimbangan berita.