SADAI, TINTAPENA.ID – Sebuah video yang diunggah akun TikTok “Zona Bugar” memicu gejolak di media sosial setelah menampilkan kericuhan antara sopir truk dan pihak pengelola di Pelabuhan Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Menuai sorotan Publik. pada Rabu, (22/4/2026).
Dalam video yang beredar tersebut sejumlah sopir truk tampak meluapkan kekecewaan mereka terhadap sistem antrean yang dinilai tidak adil. Para sopir mengaku telah menunggu hingga dua hari di area pelabuhan Sadai, bahkan harus bermalam dengan fasilitas yang terbatas, namun keberangkatan mereka kembali tertunda.
Keluhan utama para sopir berkaitan dengan keberadaan kendaraan prioritas yang datang secara mendadak tetapi justru didahulukan untuk menyeberang. Kendaraan tersebut diketahui mengangkut kebutuhan tertentu seperti kambing, sapi, dan telur.
“Kami sudah lama antre, tapi malah kendaraan yang baru datang langsung berangkat duluan,” ujar salah satu sopir dalam video yang viral tersebut.
Selain itu, sistem tiket manual yang masih digunakan dinilai memperparah situasi. Ketidakpastian jadwal keberangkatan membuat para pengendara, baik truk angkutan maupun mobil pribadi, harus menunggu tanpa kejelasan. Sistem antrean yang mengharuskan kendaraan ditinggalkan juga dianggap memberatkan, terutama bagi mereka yang harus beristirahat di Pelabuhan yang minim fasilitas.
Sejumlah sopir pun mulai membandingkan kondisi ini dengan sistem digital yang telah diterapkan oleh ASDP Indonesia Ferry melalui aplikasi Ferizy. Aplikasi tersebut dinilai mampu memberikan kepastian jadwal, transparansi antrean, serta meminimalkan potensi konflik antar pengguna jasa penyeberangan.
Desakan untuk melakukan modernisasi sistem di Pelabuhan Sadai pun semakin menguat. Para sopir berharap penggunaan aplikasi seperti Ferizy dapat segera diterapkan guna menciptakan pelayanan yang lebih profesional dan adil bagi semua pengguna.
Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, pihak ASDP, serta Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan agar segera melakukan evaluasi dan pembenahan sistem pelayanan di pelabuhan tersebut. Dengan langkah perbaikan yang tepat, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Hingga berita ini diterbitkan Redaksi@Tim masih menunggu klarifikasi dari pihak-pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan informasi.





