Pena Babel

Rokok Ilegal Helium Laris Manis, Diduga BIG BOS: Perempuan Tomboi Disebut Pemain Lama

368
×

Rokok Ilegal Helium Laris Manis, Diduga BIG BOS: Perempuan Tomboi Disebut Pemain Lama

Sebarkan artikel ini

TINTAPENA.ID —  Heboh, maraknya peredaran rokok ilegal Helium Red dan Helium Ultra Black Bold isi 20 batang. Dua produk tersebut laris manis di pasaran dan beredar luas mulai dari warung kecil hingga toko grosir di berbagai wilayah.

Informasi yang dihimpun media Tintapena.Id menyebutkan, bisnis rokok ilegal itu diduga dikendalikan oleh seorang perempuan tomboi berinisial (IA), yang disebut-sebut sebagai “Big Bos” dan berdomisili di Pangkalpinang. Ia juga dikabarkan merupakan pemain lama dalam jaringan distribusi rokok tanpa cukai, khususnya di Pulau Bangka.

Seorang narasumber (Narsum) mengungkapkan bahwa peredaran rokok ilegal Helium bold terbilang sangat diminati.

“Untuk varian bold isi 20 batang itu yang paling laris. Dua minggu bisa satu, dua truk masuk. Jadi dalam sebulan bisa sampai empat truk barang masuk ke Mentok,” ujarnya.

Menurut sumber tersebut, distribusi dilakukan secara terorganisir dengan sistem gudang yang kerap berpindah-pindah lokasi. Hal ini diduga untuk menghindari pantauan aparat penegak hukum (APH). Ia juga menjelaskan keuntungan BERSIH yang didapat dari bisnis rokok ilegal tersebut bisa mencapai lima ratus juta rupiah setiap bulan.

“Gudangnya sering pindah-pindah, bang. Sulit ditangkap karena diduga punya Bekingan kuat. Big Bos ni, banyak aset tanah, rumah, mobil mewah dan kebon sawit ratusan hektare di Bangka, la selama ini main rokok ilegal,” tambahnya.

Ia juga menambahkan peredaran rokok helium disebut terfokus di Pulau Bangka. Menurutnya, Bengkulu dan Palembang lain rokok. Sementara di Pulau Belitung beda Big Bos.

“Dugaan setoran puluhan juta mengalir tiap bulan, biar amanah,” sebutnya kepada Tim Pena. Jumat, 20 Februari 2026.

Dari sisi harga, Helium Red dan Helium Ultra Black Bold dijual lebih terjangkau dibandingkan rokok resmi bercukai. Selisih harga yang cukup murah membuat rokok Helium lebih diminati konsumen.

Sejumlah pedagang mengakui pasokan rokok ilegal Helium tersebut relatif mudah diperoleh melalui distributor tertentu.

“Barangnya selalu ada, bang. pengirimannya juga lancar, tingginya permintaan stok sering kali habis hanya dalam beberapa hari,” ujar pemilik warung.

Sebagai informasi, maraknya peredaran rokok tanpa cukai ini tentu merugikan negara dari sisi penerimaan pajak dan cukai. Aparat penegak hukum diharapkan dapat menindaklanjuti informasi guna memastikan penegakan hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan Redaksi@Tim menunggu klarifikasi pihak-pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan informasi.