Pena Babel

Kelangkaan LPG 3 Kg di Wilayah Bangka Kian Meresahkan

526
×

Kelangkaan LPG 3 Kg di Wilayah Bangka Kian Meresahkan

Sebarkan artikel ini

TOBOALI – Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram di sejumlah wilayah Pulau Bangka, khususnya Pangkalpinang dan Toboali, menuai sorotan publik. Minimnya ketersediaan gas melon semakin membebani warga, terutama kalangan ekonomi lemah dan pelaku UMKM yang sangat bergantung pada LPG untuk kebutuhan sehari-hari.

Pantauan media Tintapena.Id. hal ini dikeluhkan salah satu warga yang  berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain, namun hasilnya nihil.

Dolek, warga Toboali, mengaku sudah sejak pagi mendatangi beberapa pangkalan, namun, semua kehabisan stok.

“Sudah keliling tiga pangkalan bang! pagi ini, tapi kosong semua,” ujarnya. Senin, (26/01/2026).

Mengutip pemberitaan Kompas TV, seorang warga Pangkalbalam (Pangkalpinang) bernama Siok terpaksa kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak karena gas elpiji 3kg tidak tersedia. Ia mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 kg.

Hal ini sejalan dengan pengumuman KSOP Kelas IV Pangkal Balam dan Area Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel, menjelaskan gangguan distribusi dipengaruhi kondisi gelombang laut tinggi yang sempat membatasi aktivitas pelayaran. Namun, distribusi LPG tetap berjalan meski dihadapkan pada kendala cuaca.

“Pertamina melakukan pemantauan harian dan penyesuaian suplai agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” jelasnya.

Selain itu, warga berharap tidak sekadar alasan berulang, melainkan solusi nyata agar kelangkaan LPG 3 kg segera teratasi dan kebutuhan dasar masyarakat dapat kembali terpenuhi.

Hingga berita ini diterbitkan Redaksi@Tim masih menunggu klarifikasi dari pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel guna memenuhi prinsip keberimbangan informasi.