TOBOALI – Status WhatsApp pribadi milik Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yudi Siswanto, yang juga menjabat Kepala Bidang Cipta Karya di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangka Selatan, mendadak menuai sorotan.
Pasalnya, Unggahan yang dibuat pada Minggu, 21 Desember 2025, ‘PENGALAMAN KERJANYA KEREN’ dinilai memicu polemik karena menampilkan klaim keberhasilan kinerja sepanjang akhir tahun 2025.
Dalam status tersebut, Yudi menyebutkan pengalaman kerjanya sebagai PPK berjalan sukses. Namun, pernyataan itu justru dipertanyakan publik, karena dinilai tidak sejalan dengan kondisi di lapangan. Sejumlah proyek pembangunan fisik, khususnya yang berkaitan dengan bidang cipta karya, masih menyisakan persoalan.
Sorotan publik sebelumnya, pada 10 Desember 2025 lalu, beredar pemberitaan mengenai kerusakan bangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bangka Selatan senilai Rp8,8 miliar. Bangunan yang baru berusia sekitar 1 tahun 5 bulan tersebut dilaporkan mengalami retak dan kebocoran. Hingga kini, belum adanya klarifikasi dari pihak PPK terkait persoalan tersebut.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah klaim keberhasilan kinerja yang disampaikan dalam status WhatsApp tersebut mencerminkan realita pembangunan di Bangka Selatan?
Pantauan media Tintapena.Id, status WhatsApp pribadinya telah dihapus. hal ini menunjukkan Situasi tersebut memicu dugaan adanya kegagalan dalam pengawasan proyek, yang sejatinya menjadi tanggung jawab PPK.
Sebagai informasi, PPK memiliki peran strategis dalam mengawasi dan mengoordinasikan proyek- proyek pembangunan fisik, khususnya yang berkaitan dengan cipta karya. Oleh karena itu, kondisi bangunan yang bermasalah dalam waktu relatif singkat dinilai bertolak belakang dengan klaim kemajuan pembangunan yang selama ini disampaikannya.
Reaksi warganet pun bermunculan di media sosial TikTok. Salah satu komentar @VR mempertanyakan: kualitas bangunan dengan nilai anggaran Fantastis 8,8 M. namun hasilnya dinilai tidak sebanding, bahkan berpotensi membahayakan keselamatan pasien dan tenaga medis.
Hingga berita ini diturunkan, Redaksi@Tim masih menunggu keterangan terkait status WhatsApp yang viral tersebut, untuk keberimbangan informasi.





