Toboali – Hujan turun membasahi bumi di ujung selatan kota Toboali yang mana guyuran air hujan disertai angin kencang selama kurang lebih 1 jam tersebut, telah menaklukkan kemegahan Pasar modern tersebut.
Diketahui, dalam Pembangunan Pasar Toboali dimulai akhir 2023 dan Peresmiannya dihadiri oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin berserta rombongan pada hari Selasa, 10 September 2024 yang lalu.
Alhasil, Proyek Pembangunan Pasar Toboali yang mana bersumber dari APBN tersebut telah menghabiskan anggaran sebesar 34 Miliar yang dikerjakan oleh PT. Beringin Jaya Perkasa.
Pantauan awak media Tintapena.Id di lokasi nampak sekali penyebab utama dari genangan air hujan tersebut diakibatkan oleh ruang terbuka tanpa atap yang mana tinggi pondasi lebih tinggi dari lantai, hal ini sangat jelas pihak proyek Pembangunan Pasar abaikan kenyamanan dan Keselamatan Pedagang maupun pengunjung.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (0kukmindag)
Bangka Selatan Anshori menjelaskan terkait berita viral dimedsos bukan banjir.
“Hal itu, diakibatkan tempias air hujan dan juga angin jadi masuk ke selasar Pasar di lantai 1 dan lantai 2,” kata Anshori saat dikonfirmasi wartawan Media Via Whatshaap Selasa, (24/09/2024) Sore.
Anshori menambahkan bahwa terkait desain Bangunan Pasar benar atau salah konsepnya itu karena kita terima semua dari pusat.
“Minimal cari cara utk nutup buka saat hujan dan panas, No comen, untuk desain karrna kami bicara pemanpaatan,” jelasnya.
Menurut Pedagang yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa kemungkinan Bangunan luar tanpa atap tersebut dibuat untuk kegiatan musik atau acara malam minggu.
“Hujan lebat sehari semalam pasti ini akan banjir, kalau ditutup atau ada Topi atasnya kemungkinan tidak akan banjir Bang,” jelasnya.





