TOBOALI – Sakralnya hari jadi kabupaten Bangka Selatan ke-22 sangat disayangkan atas ketidak hadiran orang nomor Satu di ujung selatan Toboali, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. pada rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Bangka Selatan. Kamis, 30 Januari 2025.
Padahal, hari jadi Kabupaten Bangka Selatan ke-22 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. tidak lepas peran serta perjuangan perisidium dan tokoh-tokoh di Bangka Selatan menjadi saksi perjuangan lahirnya kabupaten Bangka Selatan yang dikenal dengan sebutan Negeri Junjung Besaoh.
Sementara itu, Ketua Marzam Nurafandi menyampaikan bahwa dengan ketidakhadiran Bupati dalam acara-acara besar seperti ini bukan kali pertama terjadi. Ia menilai, sebagai pemimpin daerah, bupati seharusnya memberikan perhatian lebih pada peringatan hari jadi kabupaten yang hanya digelar setahun sekali.
“Sangat kita sesali sekali,” ungkap Marzam.
Menurut Marzam, kehadiran bupati dalam perayaan hari jadi kabupaten Basel seharusnya menjadi prioritas dibandingkan kegiatan lain seperti program Ajak Bupati Sambang Kampung (Aik Bakung) yang dinilai bisa dijadwalkan ulang.
“Apa bedanya Aik Bakung dengan Hari Jadi Kabupaten Bangka Selatan? Sedangkan hari jadi ini dirayakan hanya sekali dalam setahun,” jelas dia.
Marzam menjelaskan keputusan penundaan peringatan Hari Jadi ke-22 Bangka Selatan yang dianggap tidak sesuai dengan tanggal sebenarnya.
“17 Agustus saja tidak pernah diundur. Masa, hari jadi kabupaten kita harus ditunda? Terlepas dari apakah itu hari libur atau tidak, kalau memang ada niat untuk melaksanakan, pasti bisa,” terangnya.
Marzam berharap agar ke depan, bupati bisa lebih memperhatikan kehadirannya dalam acara penting seperti ini. Bahkan, ia menyarankan agar masyarakat juga diundang dalam perayaan tersebut untuk meningkatkan keterlibatan publik.
“Kalau memang memungkinkan, undang juga masyarakat agar bisa ikut merayakan. Jika ada instruksi presiden yang mengatur, tinggal disesuaikan dengan kondisi daerah. Yang baik kita dukung, yang kurang baik kita perbaiki,” harapnya.
Selain itu, dengan absennya bupati dalam peringatan hari jadi ini, berbagai pihak berharap agar ke depannya perayaan semacam ini dapat lebih dihargai oleh pemimpin daerah sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan masyarakat Bangka Selatan.
Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid, Saat dikonfirmasi awak media Tintapena.Id via Whatshaap, memilih Bungkam.





