Bangka Selatan

Produksi TBS Meningkat, RISVANDIKA: Bangka Selatan Butuh Tambahan 10 PKS Pabrik CPO

32
×

Produksi TBS Meningkat, RISVANDIKA: Bangka Selatan Butuh Tambahan 10 PKS Pabrik CPO

Sebarkan artikel ini

TOBOALI,TINTAPENA.ID – Sektor perkebunan kelapa sawit hingga kini masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di Kabupaten Bangka Selatan. Namun, di tengah meningkatnya produksi Tandan Buah Segar (TBS) dari para petani lokal, ketersediaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dinilai belum mampu mengimbangi laju pertumbuhan hasil panen tersebut.

Kondisi ini bukan sekadar persoalan industri, melainkan menyangkut keberlangsungan ekonomi ribuan petani yang menggantungkan hidup dari komoditas sawit. Ketika jumlah pabrik pengolahan terbatas, petani berpotensi menghadapi antrean penjualan, meningkatnya biaya distribusi, hingga risiko penurunan kualitas buah akibat keterlambatan pengolahan.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika, mengakui bahwa jumlah produksi TBS saat ini belum sebanding dengan kapasitas pabrik yang tersedia.

“Untuk jumlah produksi Tandan Buah Segar (TBS) dan pabrik saat ini belum sebanding,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan pembangunan PKS baru bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan strategis untuk mendukung pertumbuhan sektor perkebunan daerah.

Risvandika berharap ke depan Bangka Selatan dapat memiliki hingga 10 PKS sebagai bagian dari penguatan industri hilir sawit.

“Masih butuh pabrik yang insyaAllah mudah-mudahan bisa mencapai 10 PKS pabrik CPO,” harapnya. Kamis, (11/6/2026).

Dari perspektif pembangunan ekonomi daerah, keberadaan PKS memiliki nilai yang jauh lebih luas dibanding sekadar tempat pengolahan hasil panen. Kehadiran pabrik mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect), mulai dari terbukanya lapangan pekerjaan, meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, hingga bertambahnya pendapatan daerah melalui investasi yang masuk.

Karena itu, langkah Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dalam menarik investor untuk mendirikan PKS patut diapresiasi. Kebijakan tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang dalam memperkuat rantai pasok industri sawit sekaligus meningkatkan daya saing hasil perkebunan rakyat.

“Upaya pemerintah daerah adalah melakukan penarikan investasi untuk pendirian pabrik,” kata Risvandika.

Di sisi lain, pembangunan PKS tentu harus tetap memperhatikan aspek lingkungan, tata ruang, dan kepentingan masyarakat sekitar. Dengan perencanaan yang matang, investasi yang masuk tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, keberadaan PKS yang memadai merupakan kebutuhan nyata bagi petani sawit Bangka Selatan. Semakin dekat akses pengolahan hasil panen, semakin besar peluang petani memperoleh harga yang kompetitif dan meningkatkan kesejahteraan.

Oleh sebab itu, sinergi antara pemerintah, investor, dan masyarakat menjadi kunci agar potensi besar sektor sawit dapat benar-benar menjadi motor penggerak kemajuan ekonomi daerah.