TINTAPENA.ID – Ambruknya Movable Bridge (MB), jembatan sandar di Dermaga Pelabuhan Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Diduga adanya aktivitas bongkar muat kelapa sawit yang bersandar di pelabuhan.
Pasalnya, beredar sebuah foto yang diduga memperlihatkan aktivitas bongkar muat komoditas kelapa sawit dalam skala besar di kawasan pelabuhan sebelum peristiwa tersebut terjadi.
Dalam foto terlihat sebuah TONGKANG bersandar di area pelabuhan dengan sejumlah truk bermuatan sawit mengantri di sekitar lokasi. Menariknya, titik dalam dokumentasi (foto) tersebut disebut-sebut berada di area yang sama dengan lokasi Movable Bridge yang kini ambruk.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, Movable Bridge (MB) merupakan fasilitas khusus yang diperuntukkan bagi operasional kapal feri jenis Roll On-Roll Off (Ro-Ro). Fasilitas tersebut berfungsi sebagai penghubung kendaraan dan penumpang dari daratan menuju kapal maupun sebaliknya.
Sebagai informasi, apabila fasilitas negara tersebut digunakan untuk kepentingan lain di luar peruntukannya, termasuk aktivitas bongkar muat komoditas perkebunan atau operasional kendaraan angkutan sawit yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan kapal penyeberangan, maka telah melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa penggunaan fasilitas kepelabuhanan harus sesuai fungsi dan izin yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangka Selatan, Benny Supratama, S.STP., M.Si., saat dikonfirmasi media TINTAPENA.ID melalui WhatsApp, Kamis (25/6/2026), belum memberikan tanggapan terkait dugaan pemanfaatan area Movable Bridge untuk aktivitas bongkar muat sawit tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan dari pihak-pihak terkait mengenai penyebab pasti ambruknya Movable Bridge maupun terkait aktivitas yang terekam dalam foto yang beredar.





