BANGKA TENGAH, TINTAPENA.ID — Banjir yang merendam ruas jalan nasional di Desa Nibung, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Jumat (9/1/2026) mendadak jadi sorotan. Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi jalan tergenang air dengan arus cukup deras, memicu keprihatinan warga dan pengguna jalan.
Genangan air terjadi di jalur strategis yang selama ini menjadi penghubung utama dari Kota Toboali menuju Pangkalpinang. Diketahui berada di bawah kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bangka Belitung bersama Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, sehingga banjir ini pun memunculkan tanda tanya besar terkait pengawasan dan penanganan infrastruktur.
Seorang warga yang melintas di lokasi, dan memilih tidak dipublis menyebutkan bahwa banjir membuat arus lalu lintas nyaris lumpuh. Kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengantri panjang, bergerak perlahan dengan ekstra hati-hati demi menghindari risiko mogok.
“Parah kondisinya. Motor dan mobil antre panjang, semua was-was saat melintas karena air cukup dalam,” ujarnya.
Warga asal Toboali lainnya menuturkan, ruas jalan di Desa Nibung tersebut merupakan satu-satunya jalur alternatif yang kerap digunakan masyarakat dan pelaku usaha untuk menuju Pangkalpinang. Jalur ini memiliki peran vital dalam distribusi barang dan mobilitas harian warga.
“Ini jalan penghubung, bang. Hampir setiap hari kami lewat sini untuk mengangkut barang dari Toboali ke Pangkalpinang,” ungkapnya.
Publik pun mendesak Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. Segera mengambil langkah konkret untuk menangani banjir di Desa Nibung. Selain perbaikan jalan dan drainase, warga juga menyoroti dugaan aktivitas tambang di sisi kiri jalan yang terlihat meninggalkan bekas galian pasir timah.
Menurut warga, aktivitas tersebut diduga menyebabkan alur sungai menyempit sehingga air meluap ke badan jalan saat hujan deras. Jika kondisi ini terus dibiarkan, masyarakat khawatir jalur jalan nasional tersebut berpotensi terputus dan berdampak besar pada aktivitas ekonomi serta keselamatan pengguna jalan.
“Jangan sampai akses jalan ini terputus. Kami berharap ada penanganan serius, termasuk menertibkan aktivitas yang diduga jadi penyebab banjir,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan Redaksi@Tim masih menunggu klarifikasi dari pihak-pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan informasi.





