Pena Babel

Satgas Halilintar TNI AL Bongkar Pabrik Peleburan Timah Ilegal di Air Anyir

203
×

Satgas Halilintar TNI AL Bongkar Pabrik Peleburan Timah Ilegal di Air Anyir

Sebarkan artikel ini

BANGKA, TINTAPENA.ID — Operasi senyap Tim Satgas Penegakan Hukum (PKH) Halilintar TNI Angkatan Laut kembali membuahkan hasil. Sebuah lokasi yang diduga menjadi pusat peleburan dan pencetakan balok timah ilegal di Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, berhasil digerebek pada Selasa, (2/12/2025).

Dalam operasi tersebut, petugas menemukan 16 balok timah hasil peleburan dengan berat rata-rata 25 kilogram per batang. Total barang bukti mencapai sekitar 430 kilogram, yang jika diuangkan bernilai ratusan juta rupiah, Tidak hanya itu, delapan pekerja dan satu sopir yang tengah beraktivitas di area tersebut langsung diamankan untuk proses pemeriksaan lanjutan.

Hasil penelusuran awal mengarah pada dugaan keterlibatan seorang pemodal berinisial EL, yang disebut-sebut sebagai oknum anggota kepolisian. EL diduga menjadi pemilik sekaligus pengendali operasional peleburan timah ilegal tersebut.

Pihak Satgas masih berupaya melakukan konfirmasi dan klarifikasi kepada yang bersangkutan agar pemberitaan tetap berimbang.

Pengungkapan ini menjadi bukti bahwa praktik peleburan timah ilegal bukan sekadar pelanggaran administratif. Operasi tersebut menyingkap tindakan yang masuk kategori kejahatan sumber daya mineral.

Kegiatan peleburan tanpa izin resmi secara jelas melanggar UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, terutama pasal yang mengatur pengolahan dan pemurnian. Selain itu, proses peleburan yang tidak memenuhi standar lingkungan berpotensi menabrak UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, lantaran dapat menimbulkan pencemaran serta membahayakan ekosistem sekitar.

TNI AL menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Kasal menekankan pentingnya peningkatan pengawasan serta penindakan terhadap aktivitas ilegal di wilayah maritim maupun pesisir.

Satgas Halilintar memastikan tidak akan memberi celah bagi bandar, pemodal, maupun operator lapangan yang mencoba mencari keuntungan melalui kegiatan yang merugikan negara tersebut.

Keberhasilan penggerebekan ini diharapkan menjadi sinyal keras bagi semua pihak yang terlibat dalam bisnis ilegal timah. TNI AL menegaskan komitmennya untuk menuntaskan proses hukum hingga akar masalah, sekaligus memastikan bahwa kegiatan pertambangan dan pengolahan timah berjalan sesuai aturan dan tidak didominasi oleh kegiatan ilegal.