Pangkalpinang – Provinsi Bangka Belitung kini tengah menghadapi krisis ekonomi serius. Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat bahwa sepanjang Januari hingga Juni 2024, jumlah pekerja yang terkena PHK melonjak hingga 32.064 orang, meningkat 21,4% dari periode yang sama tahun lalu. Bangka Belitung dan Jakarta mencatat angka PHK tertinggi, dengan lonjakan luar biasa di Bangka Belitung mencapai 3.918%, dari hanya 38 orang pada 2023 menjadi 1.527 pada 2024.
Selain meningkatnya PHK, Bangka Belitung juga mengalami deflasi yang mengindikasikan penurunan daya beli masyarakat. Meski harga barang turun, fenomena ini justru menandakan pelemahan ekonomi yang merugikan.
Menanggapi situasi ini, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani dan Hellyana, yang mengusung gerakan BERDAYA, turun langsung ke masyarakat untuk mendengarkan keluhan terkait krisis ekonomi. Tingginya pengangguran, terutama di kalangan pemuda, menjadi perhatian serius.
Pasangan BERDAYA berkomitmen untuk mengatasi persoalan ini dengan memperluas lapangan pekerjaan. Salah satu langkah utama yang diusung adalah mempermudah proses perizinan investasi agar Bangka Belitung kembali menarik bagi investor. Usaha-usaha strategis seperti budidaya tambak udang akan dipermudah izinnya, sehingga ekonomi lokal dapat kembali tumbuh.
Di samping itu, BERDAYA bertekad meningkatkan kompetensi pemuda melalui pelatihan keterampilan, persiapan dunia kerja, dan akses pendidikan berkualitas. Pasangan ini yakin bahwa kemandirian anak muda adalah kunci untuk memulihkan daya beli dan menggerakkan roda ekonomi Bangka Belitung.
Pasangan BERDAYA juga menyerukan dukungan masyarakat untuk program mereka dalam memajukan ekonomi daerah, dengan kemudahan perizinan yang tetap mematuhi hukum.
#BERDAYA, Mewujudkan kemandirian dan kemajuan ekonomi Bangka Belitung





