Nasional

Presiden Prabowo dan PM Anutin Sepakati Penguatan Kerja Sama Keamanan, Ekonomi, hingga Peran ASEAN

12
×

Presiden Prabowo dan PM Anutin Sepakati Penguatan Kerja Sama Keamanan, Ekonomi, hingga Peran ASEAN

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, TINTAPENA.ID  —  Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dan Tailan untuk memperkuat kemitraan strategis di berbagai sektor, mulai dari keamanan, ekonomi, ketahanan pangan, energi, hingga isu-isu regional. Komitmen tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pernyataan pers bersama dalam rangka kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Kerajaan Tailan Anutin Charnvirakul, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 3 Agustus 2026.

Di bidang keamanan, Presiden Prabowo mengatakan bahwa kedua negara sepakat meningkatkan kerja sama dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan lintas negara melalui penguatan koordinasi antarlembaga serta mekanisme kerja sama yang telah ada. Selain itu, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia dan Tailan juga mendukung pengembangan Transnational Referral Mechanism (TRM) sebagai langkah konkret untuk memperkuat perlindungan terhadap korban kejahatan transnasional.

“Kami mendorong untuk terus optimalkan mekanisme yang ada bagi penguatan kerja sama isu-isu keamanan dan pertahanan, termasuk melalui Indonesia-Thailand High Level Committee dan Indonesia-Thailand Security Dialogue,” ujar Presiden.

Pada sektor ekonomi, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan bilateral kedua negara. Kepala Negara optimistis target nilai perdagangan bilateral sebesar USD20 miliar pada tahun 2030 dapat dicapai melalui implementasi peta jalan kemitraan strategis yang telah disepakati.

Untuk mencapai target tersebut, kedua negara sepakat memperluas investasi, meningkatkan akses pasar, serta mempererat hubungan antarpelaku usaha. Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia dan Tailan akan menyelenggarakan Joint Trade Commission untuk pertama kalinya sebagai wadah membahas peluang bisnis sekaligus menyelesaikan berbagai hambatan perdagangan.

“Kami juga sepakat memperluas investasi, meningkatkan akses pasar, mempererat kemitraan antarpelaku usaha, antara lain dengan menyelenggarakan Joint Trade Commission yang pertama kali dalam sejarah, sebagai mekanisme untuk membahas peluang bisnis dan mengatasi berbagai hambatan perdagangan,” tutur Presiden.

Selain perdagangan dan investasi, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kedua negara akan memperkuat kerja sama di bidang ketahanan pangan melalui pengembangan teknologi pertanian, logistik, pengolahan pangan, hingga penguatan rantai pasok. Di sektor energi, Indonesia dan Tailan juga mendorong penyelenggaraan Indonesia-Thailand Energy Forum sebagai wadah memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat transisi menuju energi berkelanjutan.

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya memperluas kolaborasi di sektor ekonomi digital, termasuk pemanfaatan Local Currency Transaction (LCT) untuk meningkatkan efisiensi perdagangan dan investasi. Selain itu, Indonesia dan Tailan berkomitmen memperkuat kerja sama dalam pengembangan industri halal serta meningkatkan konektivitas melalui pembukaan rute penerbangan langsung baru.

“Di bidang konektivitas, kami menyambut baik pembukaan rute baru untuk penerbangan langsung Jakarta-Bangkok serta Denpasar-Phuket yang diharapkan semakin mempererat hubungan masyarakat kedua negara,” ungkap Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo dan PM Anutin turut bertukar pandangan mengenai perkembangan kawasan dan dunia. Presiden menegaskan bahwa Indonesia dan Tailan memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya menjaga persatuan dan sentralitas ASEAN sebagai fondasi perdamaian dan stabilitas kawasan.

Terkait situasi di Myanmar, kedua negara sepakat mendukung implementasi Five-Point Consensus melalui dialog yang inklusif, penghentian kekerasan, serta peningkatan akses kemanusiaan. Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia dan Tailan akan terus mendorong ASEAN memainkan peran konstruktif dalam mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan di Myanmar.

“Kami juga bertukar pandangan mengenai perkembangan di Timur Tengah dan menegaskan pentingnya penyelesaian konflik melalui dialog diplomasi serta penghormatan kepada hukum internasional,” tutur Presiden.

(BPMI Setpres)