Bangka Selatan

Viral Video 21 Detik, Oknum RD Diduga Lecehkan Profesi Jurnalis: Ancam Sebut Nama ke Dewan Pers

1405
×

Viral Video 21 Detik, Oknum RD Diduga Lecehkan Profesi Jurnalis: Ancam Sebut Nama ke Dewan Pers

Sebarkan artikel ini

TOBOALI – Dunia jurnalistik dihebohkan oleh unggahan video berdurasi 21 detik yang dibagikan seorang pria berinisial RD melalui akun Facebook miliknya.

Dalam video tersebut, oknum RD secara terbuka melontarkan ancaman dan pernyataan yang dianggap melecehkan profesi wartawan, khususnya terhadap salah satu jurnalis lokal yang disebut-sebut berinisial “H”.

Unggahan tersebut langsung menuai reaksi keras dari kalangan wartawan lokal dan publik. Pasalnya, RD menyebutkan nama “Boy”, yang diduga merujuk pada wartawan tertentu, dan memperingatkan agar isu ini tidak berkembang liar. Dengan nada tegas, oknum RD juga mengaku mendapatkan banyak keluhan dan telepon yang mendorongnya membuka identitas jurnalis tersebut secara terbuka.

“Karena banyak yang komplain, yang telpon, dengan terpaksa kita buka inisial oknum Pers itu adalah H. Kalau masih ngeyel, baru kita buka di Dewan Pers secara resmi,” ujar RD dalam video tersebut.

Pernyataan ini dianggap sebagai bentuk ancaman terhadap kebebasan pers dan intimidasi terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugasnya dalam menyampaikan informasi publik. Tidak sedikit yang menilai RD telah melampaui batas, apalagi menyangkut hak konstitusional pers yang dijamin oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

GA salah satu Lawyer dipangkalpinang menyayangkan sikap RD yang dinilai tidak etis dan berpotensi mengganggu independensi kerja jurnalistik di Bangka Selatan.

“Ini bukan sekadar menyebut nama. Ini adalah bentuk tekanan terhadap kebebasan pers. Seharusnya jika tidak setuju dengan isi pemberitaan, tempuh mekanisme hak jawab, bukan mengumbar ancaman di media sosial,” tegasnya. Kepada tim. Selasa, (5/8/2025).

Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya pun turut mempertanyakan motif di balik video tersebut. Apakah ada kepentingan tertentu yang sedang disembunyikan hingga seorang oknum RD bisa begitu emosional terhadap satu pemberitaan?

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari oknum tersebut. Namun, berbagai kalangan media online menyuarakan dukungan terhadap rekannya dan mengecam tindakan intimidatif.