Bangka Selatan

Asoka Toboali: 13 Tahun Berdiri Tanpa Plang Nama

1133
×

Asoka Toboali: 13 Tahun Berdiri Tanpa Plang Nama

Sebarkan artikel ini

BANGKA SELATAN — Berdiri selama lebih dari 13 tahun, minimarket Asoka di pusat Kota Toboali belum juga memiliki plang nama resmi. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius dari publik, terutama terkait legalitas usaha.

Pantauan Tim Pena sampai hari ini Jumat, 1 agustus 2025, bangunan minimarket tanpa ada plang nama usaha, ataupun informasi perizinan. Lazimnya, wajib harus dimiliki oleh setiap unit bisnis yang telah lama beroperasi.

Asoka dikenal sebagai tempat belanja dengan harga murah. Namun, kondisi fisik bangunan yang terkesan kumuh, sempit, nampak barang dilantai atas berantakan serta kondisi lahan parkir kurang memadai membuat warganet mempertanyakan komitmen manajemen terhadap kenyamanan konsumen.

“Coba bandingkan dengan Asoka di Koba atau dikota lainnya, bangunannya modern, parkiran luas, dan tentunya ada identitas perusahaan. Di Toboali? Ini seperti asoka lama yang tidak tersentuh pembaruan,” ujar warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Peresmian minimarket ini dulunya cukup meriah. Pada 5 Agustus 2012 silam, acara pembukaan bahkan dihadiri Camat Toboali Yon Salakari, Ketua RT Eddy Suharly, serta sejumlah tokoh masyarakat. Namun, kini tidak ada tanda-tanda pengembangan berarti sampai sekarang di tahun 2025.

Warga pun mulai mempertanyakan kejelasan status usaha tersebut. Tanpa papan nama, masyarakat sulit mengetahui apakah bangunan ini memiliki izin atau tidak. Praktiknya, usaha tanpa plang dapat melanggar peraturan daerah yang mengatur tentang identitas tempat usaha.

Keluhan serupa sebut saja Andini, seorang pengguna media sosial, menuliskan:

“Barang di sini murah, tapi jujur pernah berapa kali belanja tiba-tiba kebelet, toiletnya Buntu.” ungkapnya.

Diketahui, minimarket ini berada di bawah naungan PT. Asoka Indonesia, sebuah perusahaan ritel besar yang berkantor pusat di Jakarta. Asoka cabang Toboali tampaknya belum mencerminkan visi dan standar perusahaan induk.

Padahal, sebagai salah satu gerai tertua di Bangka Selatan, masyarakat menaruh harapan besar agar minimarket ini bertransformasi menjadi pusat perbelanjaan yang Modern seperti Asoka koba dan kota lainnya.

Apakah PT. Asoka Indonesia akan turun tangan pindah lokasi atau tetap membiarkannya dalam kondisi seperti ini?.

Upaya konfirmasi kepada bu Marisa via wa. nomor Tim pena sudah diblokir. Sejak kamis, 10 juli 2025. namun, saat dikonfirmasi ke minimarket, Bu Marisa tidak ada dilokasi.

“Maaf, bu Marisa lagi di palembang pulang sedang urus orang tua sakit,” jawab salah satu pengawai Asoka Toboali.