TOBOALI – Luar biasa, prestasi membanggakan kembali ditorehkan para Atlet muda dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Bangka Selatan.
PSHT Basel keluar sebagai juara umum 1 kategori Pra Remaja dengan raihan 13 medali Emas dan 3 medali Perak. Dalam ajang Bangka Belitung Pencak Silat Championship 2025 yang digelar selama 4 hari, mulai 18-21 Juli 2025 di GOR Depati Bahrain Pangkalpinang,
Pelatih PSHT Bangka Selatan, Nurul Huda, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian anak didiknya. Ia berharap prestasi ini menjadi momentum untuk mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Daerah Bangka Selatan.
“Kami berharap adanya dukungan konkret dari pemerintah, baik Kabupaten maupun Desa, untuk menyediakan fasilitas latihan yang layak bagi para Atlet. Dengan sarana yang memadai dan peluang bertanding yang cukup, para Pesilat Muda bisa mengembangkan mental juara yang kuat,” ungkap Nurul Huda.
Ia menambahkan ajang bergengsi ini diikuti ratusan atlet dari berbagai kabupaten yang ada di Bangka Belitung. PSHT Basel mengirim 16 Atlet yang bertanding dalam 21 nomor pertandingan, mencakup kategori seni tunggal hingga tanding (fighter).
“Tidak ada Atlet hebat tanpa pelatih yang Hebat dan Berdedikasi Tinggi. Dukungan dari berbagai pihak mutlak dibutuhkan agar pencak silat Bangka Selatan terus menorehkan prestasi gemilang di masa depan,” tegas Nurul Huda, kepada Tim Pena. Rabu, 23 Juli 2025.
Tak hanya meraih juara umum 1, salah satu atlet PSHT Basel, Fidi Mizendra, siswa SMPN 6 Toboali, juga berhasil dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Bangka Belitung kategori Pra Remaja Putra dengan perolehan 2 Medali Emas. Ayahandanya Fidi, Fitrayudi bersama sang Ibu Dewi Puspitasari, turut mengucapkan terima kasih kepada Pihak Sekolah dan Pemerintah Desa Keposang atas dukungannya terhadap keberangkatan para Atlet pada ajang Kejuaraan Bangka Belitung Championship 2025 ini.
“Kami sangat bersyukur atas perhatian dari Kepala Sekolah SMPN 6 Toboali dan Kepala Desa Keposang. Tanpa dukungan mereka, mungkin perjuangan anak-anak kami tidak semaksimal ini, keberhasilan PSHT Basel di kejuaraan ini membuktikan bahwa pencak silat tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menjadi wadah untuk membentuk Karakter dan Prestasi Generasi Muda,” ungkap Fitrayudi.





