BANGKA SELATAN – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan daerah melalui berbagai program strategis yang menyasar penguatan sumber pangan lokal.
Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan petani di Kabupaten Bangka Selatan.
Bupati Riza Herdavid mengatakan dengan hal ini mewakili petani di Bangka Selatan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, karena ini program pusat telah melakukan berbagai inisiatif, mulai dari pelatihan intensif bagi para pelaku usaha tani.
“Kami terus berupaya membangun sistem pangan daerah yang mandiri, dan berkelanjutan. Salah satu langkah penting adalah dengan memperkuat ketersediaan bahan pangan dari hasil produksi lokal,” ujar Riza Herdavid kepada Tim Pena, Selasa, (15/4/2025).
Riza menambahkan salah satu program unggulan yang tengah dijalankan adalah pengembangan kawasan pertanian terpadu khususnya di Bangka Selatan. Melalui sinergi lintas sektor, diharapkan ketahanan pangan tidak hanya bertumpu pada satu komoditas, tetapi lebih beragam terhadap perubahan.
“Alhamdulillah, untuk ketersediaan pupuk kita aman,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa kepada petani di Kabupaten Bangka Selatan terus semangat harga gabah sudah pasti jelas dan Bulog juga stand buy sesuai dengan arahan menteri Zulhas bahwa harga gabah tidak boleh dibawah 6500.
“Jangan ada yang bermain harga gabah petani,” tegas Riza.
Selain itu, Pemkab juga menggandeng kelompok tani, pelaku UMKM, serta komunitas masyarakat desa untuk memperkuat lumbung pangan berbasis desa. Langkah ini dinilai efektif dalam menjaga ketersediaan pangan.
Dengan strategi yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal, Pemkab Bangka Selatan optimis dapat mewujudkan daerah yang mandiri dalam menghadapi tantangan krisis pangan global yang kini menjadi perhatian pemerintah pusat.





