TOBOALI – Entah apa alasan mereka penanggung jawab Proyek Pelaksana Pembangunan Landscape Kawasan Wisata di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung. saat dikonfirmasi Wartawan perihal Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Via Whatshaap tidak ada jawaban sama sekali dari Sabtu, 31 Agustus 2024 lalu.
Pelaksana proyek CV. Wahyu Putra Mandiri yang mana Nilai Kontrak tersebut sangat Fantastis yaitu senilai Rp. 13. 375. 835. 000,00 (Tiga Belas Milyar tiga ratus tujuh puluh lima juta delapan ratus tiga lima ribu rupiah) yang bersumber dari dana APBD 2024 mulai dari tanggal 30 April sampai 25 Desember 2024, adapun Konsultan pengawas proyek tersebut CV. Azka.
Hingga hari ini awak media masih menunggu jawaban dari penanggung jawab proyek Pembangunan Kota. Alhasil, tak ada jawaban sampai hari ini pukul. 14.30 WIB, Senin, 2 September 2024.
Kuasa Proyek Endi maupun Yudi PPK saat dikonfirmasi wartawan media bungkam.
Padahal terkait K3 tersebut sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman, agar dapat mengurangi risiko kecelakaan akibat kerja.
Pantauan awak media, Selasa 27 Agustus 2024 lalu, dilokasi. nampak sekali para pekerja yang sedang melakukan aktivitas. ada dan tidak mengenakan alat Safety ( K3) sesuai dengan peraturan perundangan.
Terlihat para pekerja ada beberapa orang mengenakan sepatu bot karet, bahkan adapula yang tidak
mengenakan hanya menggunakan Sandal kaki, hal ini sangat jelas pihak pekerja melanggar integrasi kesiap-siagaan darurat dalam Sistem Manajemen K3 (SMK3).
Mestinya, pihak proyek harus memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Padahal anggaran menelan dana yang tidak sedikit.
Sangat disayangkan proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 13,3 miliar untuk mempercantik wajah Kota Toboali, tidak menaati peraturan.
Salah satu pekerja proyek tersebut mengatakan targetnya selesai pengerjaan proyek Desember 2024.
“Iya, tidak ada instruksi harus menggunakan K3 oleh pengawas,” kata Akbar kepada media Tintapena.Id. Selasa, 27 Agustus 2024 Siang.
Hingga berita ini terbit, masih menunggu konfirmasi guna penyeimbangan berita.





