Bangka Selatan

Pemkab Basel Berhasil Turunkan Prevalensi Stunting 2,4 Persen Tahun 2024

191
×

Pemkab Basel Berhasil Turunkan Prevalensi Stunting 2,4 Persen Tahun 2024

Sebarkan artikel ini

Bangka Selatan, Tintapena.Id –  Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Pemkab Basel) berhasil menurunkan prevalensi stunting sebesar 2,4 persen di tahun 2024, khususnya di wilayah Kabupaten Bangka Selatan.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Basel Debby Vita Dewi, Senin (29/4/2024).

“Sebelumnya angka prevalensi stunting di Basel sebesar 23 persen dan saat ini hanya tinggal 20,6 persen. Kita sangat bersyukur sekali di tahun ini Bangka Belitung hanya dua daerah yang berhasil menurunkan prevalensi stunting yakni Basel dan Bateng. Sementara lima kabupaten kota lain justru mengalami kenaikan,” ungkapnya.

Ia mengatakan hasil tersebut tidak terlepas dari beberapa program yang telah dilakukan selama ini. Misalnya Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting atau BAAS menjadi ajang gerakan gotong royong seluruh elemen.

“Terutama dalam menyalurkan bantuan kepada anak stunting. Nah, program ini dilakukan guna meningkatkan gizi anak-anak yang mempunyai masalah dalam tumbuh kembangnya. Semua balita yang mengalami stunting saat ini telah memiliki orangtua asuh yang merupakan lapangan aparatur sipil negara (ASN) hingga stakeholder terkait,” kata Debby

Debby menjelaskan bahwa, capaian ini tak terlepas dari arahan bapak Bupati dan peran serta jajaran forkopomca utamanya dengan penerapan beberapa program intervensi stunting. Khususnya melalui program BAAS dan dengan program Gerakan Terpadu Kendalikan dan Tuntaskan Stunting (Gardu Kemunting).

“Tingginya prevalensi persoalan gangguan pertumbuhan pada balita dipengaruhi oleh tiga hal di antaranya pola asuh, kemiskinan, dan penyakit bawaan bayi. Sedangkan untuk di Basel didominasi oleh pola asuh yang buruk,” jelasnya.

“Karena pola asuh sangat penting dan sangat berdampak terhadap stunting. Berdasarkan penemuan di lapangan di beberapa daerah lokus stunting, ada kelompok keluarga yang secara finansial cukup. Akan tetapi tidak memberikan pola asuh yang baik, dampaknya sumber daya yang mereka miliki tidak bisa meningkatkan status gizi anak yang kemudian menyebabkan stunting,” tambah Debby.

“Makanya pemerintah daerah membutuhkan peran seluruh stakeholder terkait. Mulai dari perangkat daerah, puskesmas, kecamatan, kelurahan, desa hingga perusahaan yang ikut andil dalam penurunan stunting. Dalam hal ini kami optimis bisa menurunkan angka stunting dengan adanya pergerakan-pergerakan masif dari hulu ke hilirnya untuk berkolaborasi bergerak cepat mencapai target penurunan stunting di Kabupaten Bangka Selatan sesuai arahan pemerintah pusat yakni sebesar 14 persen,” tegas Debby.

Adapun data hasil penurunan Prevalensi stunting berdasarkan hasil survei SKI dari terendah hingga tertinggi sebagai berikut.

1. Kabupaten Belitung Timur 17,3%

2. Kabupaten Bangka Tengah 18,2%

3. Kabupaten Bangka Selatan 20,6%

4. Kota Pangkalpinang 20,7%

5. Kabupaten Bangka Barat 20,7%

6. Kabupaten Belitung 20,8%

7. Kabupaten Bangka 23,3%