Sejarah

Hari kedua Pencarian ABK KM Laila, Tim SAR Gabungan Telusuri Perairan Pulau Maspari

257
×

Hari kedua Pencarian ABK KM Laila, Tim SAR Gabungan Telusuri Perairan Pulau Maspari

Sebarkan artikel ini

Tintapena.Id, Bangka Selatan – Hari kedua pencarian ABK KM Laila, Tim SAR gabungan menelusuri perairan laut Pulau maspari. Pada Jumat (2/2/2024) Pagi.

Upaya pencarian dibantu Kapal KM Laila dan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Rescuer Kansar Pangkalpinang, Rescuer Kansar Palembang, Rescuer USS Toboali, personil Dirpolairud Polda Babel, Satpolair Bangka Selatan, TNI AL dan Pemilik Kapal beserta ABK lainnya turut membantu pencarian tersebut.

Tim SAR Gabungan berangkat menuju titik pencarian sejak pukul 05:00 WIB. Luas area pencarian pada hari kedua yaitu seluas 41,9 Nautical Mile, dilakukan dengan metode pencarian Parallel Search Pattern.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang I Made Oka Astawa mengatakan korban yang bernama Edi sebelumnya berangkat melaut dari Toboali, Bangka selatan pada 29 Januari 2024 menuju Fishing Ground di perairan Pulau Maspari, Kab. Oki Sumatera Selatan bersama rekan ABK lainnya menggunakan KM Laila.

“Proses pencarian yang mulai memasuki hari kedua ini akan dilakukan semaksimal dan seoptimal mungkin dalam menemukan korban ABK KM Laila yang sebelumnya terjatuh dari Kapal,” ujar I made oka.

Ia menambahkan, Tim kita di berangkatkan sejak subuh tadi mengingat LKP yang cukup jauh dari Pos SAR.

I made oka menuturkan awal kejadian kecelakaan tersebut, pada 31 Januari 2024, diperkirakan sekitar pukul 10.00 WIB Korban yang bernama Edi (35) warga suka damai yang merupakan ABK Kapal KM Laila tidak terlihat di kapal sebelumnya korban berada di sisi kapal dan diduga terjatuh di sekitaran pulau Maspari.

“Rekan korban yang menyadari bahwa korban tidak lagi berada dikapal berusaha melakukan pencarian terhadap korban dengan menelusuri kembali ke arah rute pergerakan kapal sebelumnya, namun korban hingga sore hari tidak ditemukan, bersama ABK Kapal lainnnya kembali ke Pelabuhan Sukadamai Toboali dan melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik kapal,”.

Sementara itu, mendapat informasi tersebut pemilik kapal meneruskan informasi ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang untuk meminta bantuan SAR.

“Semoga semua unsur yang terlibat dalam membantu pencarian terhadap korban, tidak menghadapi kendala apapun mengingat cuaca yang saat ini terjadi kurang bersahabat,” harap I made.