PT Timah Tbk

PT TIMAH Tingkatkan Wawasan Kesehatan Karyawan, Edukasi Sindrom Metabolik untuk Dukung Produktivitas Kerja

12
×

PT TIMAH Tingkatkan Wawasan Kesehatan Karyawan, Edukasi Sindrom Metabolik untuk Dukung Produktivitas Kerja

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG,TINTAPENA.ID — PT TIMAH (Persero) Tbk terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan karyawan melalui berbagai program edukasi kesehatan. Salah satunya dengan menggelar webinar kesehatan bertema ‘Sindrom Kenali Metabolik, Tingkatkan Produktivitas’.

Webinar ini menghadirkan dokter dr. Hamka Gunawan M, SpPD, FINASIM dan Linda Eratni Elik, S.Gz sebagai narasumber yang diadakan secara virtual pada Senin (8/6/2026). Kegiatan ini diikuti karyawan PT TIMAH di berbagai wilayah operasional.

Melalui Webinar ini diharapkan meningkatkan wawasan kesehatan karyawan sekaligus mendorong penerapan gaya hidup sehat guna mendukung produktivitas dan kualitas hidup karyawan PT TIMAH.

Kesehatan merupakan aspek penting yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja, sehingga perusahaan terus berupaya meningkatkan pemahaman karyawan mengenai berbagai risiko penyakit yang dapat dicegah sejak dini.

Dokter spesialis penyakit dalam dari RS Siloam, dr. Hamka Gunawan M, SpPD, FINASIM, menjelaskan bahwa sindrom metabolik bukan merupakan satu jenis penyakit tunggal, melainkan sekumpulan gangguan kesehatan yang muncul secara bersamaan.

“Sindrom metabolik sering disebut sebagai bom waktu karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2 secara signifikan jika tidak ditangani,” jelas dr Hamka.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat memicu berbagai komplikasi serius seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes melitus, hingga gangguan fungsi ginjal.

Meski demikian, dr Hamka menegaskan bahwa sindrom metabolik merupakan kondisi yang dapat diperbaiki bahkan mencapai pemulihan apabila dilakukan intervensi sejak dini.

“Kondisi ini bisa diperbaiki dan dikembalikan ke posisi sehat jika dilakukan perubahan gaya hidup secara konsisten,” katanya.

Ia menjelaskan sejumlah indikator yang perlu diwaspadai antara lain obesitas sentral, tingginya kadar trigliserida, rendahnya Kolesterol HDL, tekanan darah tinggi, serta peningkatan kadar gula darah.

Untuk mengurangi risiko sindrom metabolik, dr Hamka menyarankan penerapan pola hidup sehat melalui perbaikan pola makan, peningkatan aktivitas fisik secara rutin, pengelolaan berat badan, menjaga kualitas tidur, serta mengelola stres dengan baik.

Selain menghadirkan dokter spesialis, webinar kesehatan ini juga menghadirkan nutrisionis RS Siloam, Linda Eratni Elik, S.Gz yang memberikan edukasi mengenai pentingnya pengaturan pola makan sehat sebagai bagian dari pencegahan penyakit metabolik.

Melalui program edukasi kesehatan secara berkelanjutan, PT TIMAH berharap dapat membangun budaya hidup sehat di lingkungan kerja sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. (*)