PT Timah Tbk

Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT TIMAH Perkuat Langkah Menuju Pertambangan Berkelanjutan

10
×

Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT TIMAH Perkuat Langkah Menuju Pertambangan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, TINTAPENA.ID  — Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi pengingat penting bahwa perpindahan lingkungan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas industri. PT TIMAH (Persero) Tbk terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui berbagai program perlindungan ekosistem, rehabilitasi lahan, konservasi satwa hingga pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.

Sebagai perusahaan pertambangan yang beroperasi di berbagai wilayah, PT TIMAH menjamin komitmennya untuk memastikan aktivitas operasional berjalan seiring upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati dengan menerapkan prinsip Good Mining Practices.

Dalam menjalankan operasionalnya, perusahaan mengintegrasikan aspek pengelolaan lingkungan ke dalam model bisnis melalui berbagai kebijakan pengelolaan lingkungan yang fokus pada identifikasi risiko, pengendalian dampak, hingga pencegahan kontaminasi.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Program reklamasi tidak hanya fokus pada revegetasi, tetapi juga mendorong pemanfaatan lahan pascatambang agar memiliki nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Beberapa kawasan reklamasi bahkan telah berkembang menjadi ruang edukasi lingkungan seperti Kampoeng Reklamasi Air Jangkang di Kabupaten Bangka dan Kampong Reklamasi Selinsing di Kabupaten Belitung Timur.

Selain itu, perusahaan juga memanfaatkan lahan bekas tambang untuk mendukung aktivitas produktif masyarakat seperti budidaya ikan air tawar di kawasan bekas tambang yang telah dikelola.

“Keberlanjutan bisnis harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, perusahaan terus memperkuat berbagai program pengelolaan lingkungan, reklamasi, konservasi, hingga pelestarian keanekaragaman hayati sebagai bagian dari komitmen pengelolaan lingkungan berkelanjutan,” ujar Departement Head Corporate Communication PT TIMAH (Persero) Tbk, Anggi Siahaan.

Dalam aspek konservasi, PT TIMAH juga terus memperkuat perlindungan terhadap flora dan fauna di wilayah operasional perusahaan. Sejak tahun 2018, PT TIMAH bekerja sama dengan Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Foundation untuk melakukan penyelamatan, rehabilitasi hingga pelepasliaran satwa liar seperti penyu lekang, bulus/labi-labi, kura-kura pipi putih, kukang, ayam jembang, mentilin, trenggiling, dan lainnya. Sejak tahun 2019 sampai tahun 2025 yaitu sebanyak 3.169 satwa ke habitat alaminya.

Upaya pelestarian juga dilakukan melalui pemantauan keanekaragaman hayati secara rutin di kawasan operasional, termasuk pengamatan biota laut, plankton, mangrove sebagai bagian dari evaluasi kualitas lingkungan.

PT TIMAH juga terus memperluas program rehabilitasi ekosistem pesisir melalui pengembangan coral garden dan rehabilitasi mangrove sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem laut.

“Pengelolaan lingkungan bukan hanya tentang meminimalkan dampak operasional, tetapi juga bagaimana menghadirkan kembali fungsi ekologis dan sosial dari kawasan yang telah dikelola melalui program reklamasi dan rehabilitasi yang juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” tambah Anggi.

Tak hanya fokus pada rehabilitasi lingkungan, perusahaan juga terus memperkuat komitmen transisi energi dan efisiensi energi dalam mendukung target dekarbonisasi.

Saat ini, sekitar 60,1 persen operasional perusahaan telah memanfaatkan biodiesel B35/B40 sebagai sumber energi utama. Selain itu, perusahaan juga memanfaatkan energi dari Solar PV On grid yang telah dipasang di lokasi Kampoeng Reklamasi Air Jangkang di Bangka dan Kampong Reklamasi Selinsing di Belitung Timur serta di salah tu Anak Perusahaan yaitu PT Timah Industri yang berlokasi di Cilegon.

Sepanjang tahun 2025, PT TIMAH mencatat pengurangan konsumsi energi sebesar 68.763 gigajoule melalui berbagai program efisiensi operasional, optimalisasi peralatan produksi, serta implementasi sistem manajemen energi. Seluruh pengelolaan energi dilakukan dengan mengacu pada standar internasional ISO 50001 serta peraturan pemerintah terkait konservasi energi.

Melalui berbagai program pengelolaan lingkungan tersebut, PT TIMAH berkomitmen untuk terus menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab serta menciptakan keseimbangan antara aktivitas bisnis, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. (*)