Pangkalpinang

Isu Lingkungan Hidup Jadi Sorotan dalam FGD SLHD

19
×

Isu Lingkungan Hidup Jadi Sorotan dalam FGD SLHD

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, TINTAPENA.ID – Isu lingkungan hidup menjadi sorotan dalam Focus Group Discussion (FGD) dan pembahasan isu strategis penyusunan Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) Kota Pangkalpinang yang digelar di Ruang Pertemuan Bapperida, Kamis (16/4/2026).

Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, dalam paparannya menegaskan bahwa permasalahan lingkungan hidup saat ini merupakan isu global yang tidak dapat dihindari. Kerusakan lingkungan, menurutnya, terjadi akibat berbagai faktor seperti perubahan fungsi lahan hingga aktivitas pembangunan yang tidak sepenuhnya memperhatikan keseimbangan ekosistem.

Ia mengungkapkan, sejumlah persoalan lingkungan perkotaan yang menonjol di Pangkalpinang di antaranya berkurangnya ruang terbuka hijau akibat alih fungsi menjadi kawasan organisasi, penyempitan saluran air karena pembangunan di bantaran sungai, hingga keberadaan bangunan di atas saluran drainase.

Selain itu, masalah sampah juga menjadi perhatian serius. Produksi sampah di Kota Pangkalpinang saat ini mencapai sekitar 100 hingga 120 ton per hari seiring meningkatnya aktivitas masyarakat.

“Semakin tinggi aktivitas masyarakat, maka volume sampah juga akan semakin meningkat. Ini menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama,” ujarnya.

Tak hanya itu, isu banjir, polusi udara, serta minimnya ruang terbuka hijau juga menjadi perhatian. Ia menjelaskan, meskipun secara geografis Pangkalpinang berada sekitar 45 meter di atas permukaan laut, potensi banjir tetap ada akibat sistem drainase yang belum optimal.

Ia juga mengajak untuk belajar dari negara seperti Belanda yang dinilai mampu menangani persoalan banjir meski berada di bawah permukaan laut.

Ia menekankan bahwa penyelesaian permasalahan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan melibatkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Kita harus bersama-sama mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam proses pembangunan dan menyelesaikan masalah perkotaan. Semua pihak harus menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.