PT Timah Tbk

PT TIMAH Fasilitasi Ratusan Mahasiswa Belajar Langsung Proses Pengolahan dan Pemurnian Timah

18
×

PT TIMAH Fasilitasi Ratusan Mahasiswa Belajar Langsung Proses Pengolahan dan Pemurnian Timah

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, TINTAPENA.ID  –– PT TIMAH (Persero) Tbk terus memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan melalui pemberian kesempatan belajar langsung bagi mahasiswa di lingkungan operasional perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjembatani pembelajaran akademik dengan praktik di dunia industri.

Melalui Divisi Pengolahan dan Pemurnian di Mentok, Kabupaten Bangka Barat, PT TIMAH menerima kunjungan dua perguruan tinggi pada Jumat (3/7/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 59 mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Bangka Belitung (UBB) beserta dua dosen pendamping, serta 103 mahasiswa Fakultas Teknik Pertambangan Universitas Negeri Padang (UNP) bersama delapan dosen.

Para mahasiswa disambut langsung oleh Kepala Divisi Pengolahan dan Pemurnian PT TIMAH, Sofian Simangunsong, bersama Kepala Sub Divisi Pengolahan dan Pemurnian Kopdi Saragih. Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai proses pengolahan dan pemurnian timah, sesi diskusi interaktif, hingga mengunjungi area operasional untuk melihat secara langsung tahapan produksi timah logam.

Dosen Pembimbing Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Bangka Belitung, Mardiyah, mengapresiasi konsistensi PT TIMAH yang selama ini selalu membuka ruang pembelajaran bagi mahasiswa.

Menurutnya, kunjungan lapangan menjadi bagian penting dalam kurikulum untuk menghubungkan teori-teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik di lapangan sehingga mahasiswa memiliki gambaran nyata mengenai dunia kerja pertambangan.

“Setiap tahun kami membawa mahasiswa ke PT TIMAH karena perusahaan selalu memberikan kesempatan belajar yang sangat baik. Mahasiswa dapat melihat langsung proses penambangan hingga pengolahan timah sehingga mereka lebih siap menghadapi magang maupun penyusunan tugas akhir,” ujarnya.

Ia menjelaskan, mahasiswa semester empat mulai memasuki tahap pembelajaran berdasarkan aplikasi setelah sebelumnya lebih banyak menerima materi teori di kelas. Oleh karena itu, pengalaman belajar langsung di industri menjadi sangat penting dalam membentuk kompetensi lulusan.

Mardiyah juga menyebut PT TIMAH selama ini menjadi mitra strategis bagi UBB, baik dalam kegiatan akademik, penelitian maupun berbagai program kemahasiswaan.

“Mahasiswa di Bangka Belitung harus menguasai ilmu pertambangan timah dari hulu hingga hilir. Kesempatan belajar langsung di PT TIMAH menjadi pengalaman yang sangat berharga karena mereka dapat melihat proses nyata yang selama ini dipelajari secara teori,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Rombongan sekaligus Dosen Pembimbing Fakultas Teknik Pertambangan Universitas Negeri Padang, Fariz Aditya. Ia mengaku mengunjungi industri ke PT TIMAH memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa karena dapat menyaksikan secara utuh rangkaian proses bisnis pertambangan timah.

“Kami sangat berterima kasih karena mahasiswa mendapat kesempatan melihat langsung proses penambangan hingga pengolahan dan pemurnian timah. Pengalaman seperti ini tidak semua mahasiswa pertambangan bisa mendapatkannya,” ujar Fariz.

Ia menilai pembelajaran di lapangan akan memperkaya wawasan siswa serta menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja. Apalagi menurutnya, tidak sedikit alumni yang pernah belajar di PT TIMAH kemudian berkarier di perusahaan tersebut.

Fariz juga mengapresiasi perayaan hangat serta keterbukaan PT TIMAH dalam mendukung kegiatan akademik.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan dan pelayanan yang diberikan selama kunjungan. Ini menjadi pengalaman yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa maupun dosen,” tuturnya.

Melalui kunjungan industri seperti ini, PT TIMAH terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi, mencetak sumber daya manusia yang kompeten, serta memperkuat kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi untuk mendukung kemajuan sektor pertambangan nasional. (*)