PT Timah Tbk

PT TIMAH Perkuat Program PPM dari Kelompok Rentan Hingga Pemberdayaan Ekonomi Lokal

30
×

PT TIMAH Perkuat Program PPM dari Kelompok Rentan Hingga Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, TINTAPENA.ID  — PT TIMAH (Persero) Tbk terus memperkuat komitmennya dalam melaksanakan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) sebagai bagian dari upaya menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah operasional perusahaan.

Bagi PT TIMAH, keberadaan perusahaan tidak hanya terfokus pada aktivitas operasional, tetapi juga bagaimana keberadaan perusahaan dapat memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang nyata bagi masyarakat sekitar.

Melalui berbagai program pemberdayaan, PT TIMAH secara konsisten mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, memperkuat kemandirian ekonomi, serta membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, komunitas lokal, lembaga masyarakat, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Program PPM yang dijalankan perusahaan menyasar berbagai sektor mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, lingkungan, ketahanan pangan hingga pemberdayaan kelompok rentan.

Sepanjang tahun 2025, PT TIMAH menjalankan sejumlah program strategi yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dalam sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat, perusahaan menjalankan Program Pemuda Pemudi Berkarya (PEPAYA) di Desa Rias yang mendorong kreativitas generasi muda melalui pengolahan barang bekas menjadi produk bernilai ekonomis. Tahun ini, perusahaan memperkuat program tersebut dengan pembangunan galeri untuk mendukung pemasaran produk kelompok.

Di sektor pertanian, perusahaan juga mengembangkan program budidaya jagung di Desa Badau, Kabupaten Belitung dengan melibatkan kelompok petani lokal serta berkolaborasi bersama pemerintah desa dan Dinas Pertanian.

PT TIMAH juga melanjutkan Program Blue Resilience Initiative Action (BERLIAN) Pulau Kundur yang fokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Program ini melibatkan berbagai kelompok rentan melalui kegiatan budidaya ikan kakap putih, pembibitan mangrove, hidroponik, penguatan UMKM, sekolah sadar iklim hingga pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Pada tahun 2025, liputan program BERLIAN semakin dibicarakan melalui pengembangan budidaya ayam pedaging dan pembentukan bank sampah yang dikelola masyarakat,” kata Departement Head Corporate Communication PT TIMAH (Persero) Tbk, Anggi Siahaan.

Di bidang kesehatan, PT TIMAH menghadirkan Program Oto Sihat atau Mobil Sehat sebagai layanan kesehatan bergerak untuk menjangkau masyarakat di wilayah operasional.

Saat ini terdapat tiga armada Oto Sihat yang beroperasi di Bangka, Belitung dan Kepulauan Riau. Sepanjang tahun 2025, program ini telah dilaksanakan sebanyak 56 kali dengan total penerima manfaat mencapai 7.114 masyarakat.

Di sektor pendidikan, PT TIMAH terus menjalankan Program Pemali Boarding School (PBS) yang telah berlangsung sejak tahun 2000. Melalui program beasiswa penuh ini, perusahaan memberikan kesempatan bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, hingga Provinsi Riau.

Hingga tahun 2025, program ini telah melahirkan 922 alumni yang kini berprofesi di berbagai bidang mulai dari guru, dokter, dosen, aparat penegak hukum, hingga profesional di berbagai sektor.

Komitmen pemberdayaan kelompok rentan juga diwujudkan melalui Program Menjaga Nusantara di Kabupaten Bangka Barat yang mencakup berbagai kegiatan mulai dari ketahanan pangan, penguatan UMKM, wirausaha sekolah difabel, pengelolaan sampah hingga pemberdayaan perempuan.

Di sektor kelautan, PT TIMAH terus memperkuat program Fishing Ground dan Coral Garden sebagai bentuk dukungan terhadap ekosistem pesisir dan peningkatan ekonomi masyarakat nelayan.

Pada tahun 2025, PT TIMAH memperluas program Fishing Ground dengan penambahan ratusan unit rumpon di sejumlah kawasan perairan, sementara program Coral Garden diperkuat melalui pemasangan unit baru di wilayah Pulau Putri dan Laut Tuing.

Selain itu, perusahaan juga melanjutkan program budidaya bawang putih di Belitung Timur yang kini berkembang melalui diversifikasi tanaman jagung untuk memperkuat kemandirian petani lokal. (*)