TOBOALI, TINTAPENA.ID –– Revitalisasi Pasar Toboali yang digadang-gadang sebagai ikon baru pusat ekonomi Bangka Selatan. Kini, mencuat kembali. Bangunan tiga lantai yang sempat diresmikan langsung oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin tersebut menyisakan tanda tanya, dimanakah keberadaan dan fungsi lantai 3 yang hingga awal tahun 2026 dinilai belum jelas wujud dan pemanfaatannya.
Sejumlah masyarakat mempertanyakan kesesuaian antara kondisi fisik bangunan di lapangan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek yang nilainya mencapai sekitar Rp34,3 miliar. Lantai 3 yang sejak awal dirancang sebagai area bersantai bagi pengunjung pasar, dinilai tidak mencerminkan nilai kontrak proyek berskala nasional tersebut.
Merujuk pemberitaan media tahun lalu, pelaksana lapangan proyek, Dhika Saputra, menjelaskan bahwa Pasar Toboali dirancang memiliki tiga lantai. Lantai satu dan dua difungsikan sebagai area perdagangan, sementara lantai tiga disiapkan sebagai ruang publik.
“Pasar ini berlantai tiga. Lantai satu dan dua masing-masing terdapat 34 ruko, total 68 ruko. Sedangkan lantai tiga didesain sebagai area bersantai,” ujar Dhika. pada Selasa (23/7/2025).
Namun, penjelasan tersebut dinilai belum menjawab kegelisahan publik. Pasalnya, hingga memasuki tahun 2026, sebagian publik mengaku belum melihat fungsi lantai tiga sebagaimana yang direncanakan. Bahkan, keberadaan fisiknya pun masih menjadi tanda tanya.
Proyek revitalisasi Pasar Toboali sendiri merupakan Proyek Strategis Nasional yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan pelaksana PT Beringin Jaya Perkasa, dan telah diresmikan pada September 2024 lalu.
Munculnya dugaan ketidaksesuaian spesifikasi maupun volume pekerjaan di lantai 3 memicu desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh. Publik mempertanyakan apakah pembangunan telah sesuai dengan standar teknis dan RAB yang ditetapkan, atau justru terdapat kekurangan pekerjaan yang perlu dipertanggungjawabkan oleh pihak-pihak terkait.
Hingga Minggu (4/1/2026), misteri lantai 3 Pasar Toboali masih belum terjawab. Warga berharap adanya keterbukaan informasi dan langkah tegas dari instansi berwenang agar proyek bernilai puluhan miliar rupiah tersebut benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, bukan menyisakan pertanyaan tanpa jawaban.
Hingga berita ini diterbitkan Redaksi@Tim masih menunggu klarifikasi dari pihak-pihak terkait untuk keberimbangan informasi





