BANGKA SELATAN -– Sebuah dump truk bermuatan kayu gelondongan jadi perhatian setelah muatannya terjatuh di pinggir Jalan Raya Toboali Gadung, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Truk berwarna biru tersebut diketahui tidak menggunakan pelat nomor polisi dan mengangkut kayu sebelumnya tanpa pengaman.
Insiden terjadi di kawasan permukiman warga Desa Gadung. Diduga, pengemudi lalai karena membawa muatan melebihi kapasitas serta tidak memasang tali pengikat. Saat melintas di jalan raya Gadung, truk tersebut menyenggol pohon di tepi jalan hingga balok-balok kayu jatuh ke badan jalan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian sempat membuat panik. Beberapa warga bahkan keluar rumah karena khawatir kayu-kayu tersebut menimpa pengguna jalan.
Pantauan di lokasi menunjukkan sopir dan kernet langsung membereskan muatan yang berserakan. Ironisnya, pengikatan kayu dengan tali pengaman baru dilakukan setelah kejadian, sementara sebelumnya kayu-kayu tersebut diangkut dalam kondisi terbuka tanpa pengaman.
Informasi yang dihimpun Tim Pena menyebutkan, muatan kayu tersebut rencananya akan dibawa menuju kawasan Sadai. Jenis kayu yang diangkut kayu karet, yang pasti harus kayu apung. diduga akan dipasok ke pabrik Briket kemudian dikirim ke luar Pulau Bangka.
Warga menilai aktivitas ini mencurigakan karena kerap dilakukan pada malam hari dan sudah berlangsung hampir satu bulan terakhir.
“Kalau siang hampir tidak pernah kelihatan. Biasanya lewat malam hari. Muatannya jelas berlebihan dan sangat membahayakan,” ungkap narsum yang enggan disebutkan namanya.
Warga juga menduga kayu-kayu tersebut berasal dari wilayah Air Sindung. Bahkan, jalur yang sering dilalui truk bermuatan berat itu sempat dipasangi portal oleh warga lantaran kondisi jalan kebun rusak parah. Diperkirakan, berat muatan kayu mencapai 8 hingga 10 ton.
Terkait asal kayu, warga menyebut nama seorang pemilik yang dikenal dengan panggilan Pak Haji. Sementara itu, kendaraan pengangkut disebut bukan milik warga setempat dan diduga berasal dari luar Pulau Bangka. Kayu-kayu tersebut dikabarkan dibeli dari pemilik kebun, lalu dijual kembali.
Selain membahayakan keselamatan pengguna jalan, warga juga mengeluhkan kerusakan jalan kebun yang hingga kini belum diperbaiki. Padahal, sebelumnya sempat ada janji perbaikan dari pihak terkait.
“Kami tidak melarang, tapi tolong perhatikan dampaknya. Jalan kebun rusak,” keluhnya, kepada awak media Tintapena.Id. Rabu, (17/12/2025) malam.
Peristiwa ini jadi sorotan maraknya aktivitas pengangkutan kayu dengan muatan berlebih dan dugaan praktik ilegal di wilayah Bangka Selatan. Warga berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk melakukan penertiban, memastikan legalitas kayu yang diangkut, serta menjamin keselamatan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan Redaksi@Tim masih menunggu klarifikasi dari pihak-pihak terkait untuk keberimbangan informasi.





