Pangkalpinang

Pemuda Parlemen Indonesia Ajak Masyarakat Bangka Belitung Gunakan Hak Pilih dan Tolak Politik Uang di Pilkada Ulang

1091
×

Pemuda Parlemen Indonesia Ajak Masyarakat Bangka Belitung Gunakan Hak Pilih dan Tolak Politik Uang di Pilkada Ulang

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, 26 Agustus 2025 – Pemuda Parlemen Indonesia melalui Direktur Eksekutif, Ade Fitrah Alamsyah, mengajak seluruh masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka, untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ulang yang akan dilaksanakan pada Rabu, 27 Agustus 2025.

“Pilkada adalah momentum bersejarah bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan daerah ke depan. Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk datang ke TPS, memberikan suara sesuai hati nurani, dan bersama-sama menjaga kualitas demokrasi di Bangka Belitung,” ujar Ade Fitrah Alamsyah.

Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam Pilkada tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban konstitusional, tetapi juga wujud nyata kecintaan terhadap daerah dan komitmen menjaga masa depan demokrasi yang sehat.

Lebih lanjut, Pemuda Parlemen Indonesia menyampaikan harapan besar agar Pilkada ulang ini berlangsung damai, jujur, dan adil. Semua pihak diimbau untuk mengedepankan politik gagasan, program, serta visi-misi kandidat, bukan praktik-praktik transaksional yang merusak nilai demokrasi.

“Kami menolak dengan tegas praktik politik uang dalam bentuk apa pun. Politik uang bukan hanya merusak demokrasi, tetapi juga merugikan masyarakat dalam jangka panjang. Pemuda Parlemen Indonesia percaya bahwa masyarakat Bangka Belitung sudah cerdas dan mampu memilih pemimpin berdasarkan integritas dan program, bukan karena iming-iming sesaat,” tegasnya.

Selain itu, Pemuda Parlemen Indonesia mengajak seluruh elemen masyarakat—tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga komunitas lokal—untuk turut serta mengawal jalannya Pilkada ulang agar tetap kondusif, aman, dan bermartabat.

“Kita ingin Pilkada ulang ini menjadi teladan bahwa demokrasi di daerah dapat berjalan tanpa intimidasi, tanpa politik uang, dan tanpa kecurangan. Mari kita jadikan 27 Agustus 2025 sebagai hari kemenangan rakyat, hari ketika suara kita menentukan masa depan Bangka Belitung yang lebih baik,” tutup Ade Fitrah Alamsyah.