Bangka Selatan

Bupati Riza, Tegas Terkait Kasus Pencabulan

262
×

Bupati Riza, Tegas Terkait Kasus Pencabulan

Sebarkan artikel ini

TOBOALI, – Menyusul mencuatnya kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur di salah satu lembaga pendidikan keagamaan di Kecamatan Payung.

Dalam keterangannya, Bupati Riza menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemkab Bangka Selatan tidak akan tinggal diam dan telah memerintahkan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Dinas Pendidikan untuk segera turun ke lapangan dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

“Anak yang diduga menjadi korban harus mendapat pendampingan penuh hingga proses hukum dan pemulihan psikologis selesai. Selain itu, hak-hak pendidikan mereka juga harus dijamin tetap terpenuhi,” tegas Bupati Riza. Sabtu, 24 Mei 2025.

Ia juga menekankan perlunya pengawasan yang lebih intensif terhadap lembaga-lembaga pendidikan, terutama yang menyangkut tumbuh kembang anak-anak.

“Saya sudah instruksikan agar dinas, kecamatan, dan desa melakukan pengawasan secara berkala terhadap lingkungan pendidikan, khususnya tempat anak-anak belajar dan tinggal,” tambahnya.

Bupati Riza mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh oknum pelaku. Ia menilai perbuatan tersebut dapat merusak citra lembaga pendidikan keagamaan secara umum dan berpotensi menurunkan kepercayaan publik.

Meski demikian, ia meminta masyarakat tidak serta-merta menggeneralisasi semua lembaga pendidikan berbasis agama.

“Saya yakin, kasus ini bersifat kasuistik. Mayoritas lembaga pendidikan keagamaan di Bangka Selatan tetap berkomitmen pada nilai-nilai keislaman, pendidikan moral, dan keselamatan peserta didik,” ujarnya.

Himbauan untuk Orang Tua dan Masyarakat

Sebagai bentuk refleksi dari kejadian ini, Bupati Riza mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih lembaga pendidikan bagi anak-anak. Ia menyarankan orang tua agar menelusuri rekam jejak dan sistem pengawasan di setiap lembaga sebelum memutuskan menitipkan anak mereka.

“Mari kita jadikan kasus ini sebagai pelajaran. Pendidikan keagamaan tetap penting dan memiliki keunggulan tersendiri, tapi kita semua harus lebih cermat dan aktif mengawasi demi melindungi generasi penerus bangsa,” ujarnya.